Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis

Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis - Sebuah amalan dan baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari DIGDOYO, blog ini memang khusus membuat berbagai macam artikel tentang ilmu Ajian, olah kanuragan yang bisa kalian pelajari langsung Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis, kami telah mempersiapkan informasi yang kalian butuhkan untuk menguasainya. Silahkan ambil informasi yang kalian butuhkan tentang: Artikel lainnya, yang kami buat dan pelajari dengan penuh keikhlasan.

Judul:Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis
link:Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis
Artikel Menarik:

Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis

Sepanjang sejara telah banyak kisah cinta yang dainggap sebagai kisah cinta sejati. baik itu hanya sekedar dongeng maupun kisah cinta yang bernar-benar terjadi. Salah satu teladan yang paling terkenal tentu ialah kisab antara Romeo dan Juliet. Sebuah kisah cinta beda latar belakang yang berujung tragis dengan janjkematian keduanya.

Kisah cinta yang berujung tragis ibarat ini ternyata juga tidak mengecewakan banyak terjadi di dunia, salah satunya juda di Indonesia. Tanah Nusantara yang memang kaya akan sisi historis ini, rupanya juga menyimpan beberapa kisah cinta yang tak berakhir dengan manis. Baik itu alasannya musibah, kutukan, hingga kebijaksanaan amis kisah-kisah cinta yang seharusnya berakhir dengan senang justru harus berakhir dengan kisah pilu.

Nah dongeng perihal kisah cinta yang tak berakhir manis inilah yang kali ini akan anehdidunia.com bagikan informsinya dalam, Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis, versi anehdidunia.com


Jayaprana dan Layon Sari




Legenda kisah cinta pertama tiba dari Bali, yaitu kisah cinta antara Jayaprana dan Layon Sari. Kisah ini merupakan kisah cinta antara pasangan suami-istri yang dianggap paling ideal pada masanya. Namun alasannya gangguan dari pihak ketiga kisah dari Jayaprana dan Layon Sari justru berakhir dengan janjkematian tragis keduanya.

Kisah ini bermula dari kehidupan seorang Jayaprana yang merupakan seorang anak yatim piatu. Karena sudah tak mempunyai orang bau tanah Jayaprana lalu dibesarkan oleh penguasa desa Kalianget, hingga menjadi seorang cowok yang tangkas dan kuat. Setelah sampaumur Jayaprana lalu jatuh cinta pada Ni Nyoman Layon Sari, seorang gadis asal desa tetangga yang terkenal dengan kecantikanya. Gayung pun bersambut alasannya Ni Nyoman Layon Sari ternyata juga mempunyai rasa terhadap Jayaprana. Keduanya lalu menikah dan dianggap sebagai pasangan yang sangat ideal pada masanya.

Namun kebahagian keduanya ini ternyata tak bertahan lama, alasannya seorang Raja yang menguasai tempat tersebut, terpikat dengan kecantikan Layon Sari dan berniat untuk merebutnya dari tangan Jayaprana. Raja ini lalu menyusun rencana untuk menyingkirkan Jayaprana dengan mengirimnya untuk melawan bajak maritim kabarnya gres tiba di wilayah Bali bab barat. Jayaprana pun lalu berangkat memenuhi kiprah dari Rajanya bersama beberapa pasukan yang di utus oleh Raja. Tapi setibanya Jayaprana di di wilayah tersebut, ia justru dibunuh oleh pasukan utusan Raja yang dikirim bersamanya. Setelah janjkematian Jayaprana, Raja lalu meminta Layonsari untuk menikah denganya. Mendapati undangan ini Layon Sari yang tak memiki kuasa untuk menolak alasannya ia hanya rakyat biasa, balasannya justru menentukan bunuh diri dari pada dipersunting oleh Raja, alasannya rasa cintanya pada suaminya Jayaprana.


Tan Bun An dan Siti Fatimah




Tan Bun an merupakan saudagar asal China yang berdagang hingga ke kota Palembang. Di kota ini ia lalu bertemu dengan seorang gadis berjulukan Siti Fatimah dan jatuh cinta padanya. Namun Siti Fatimah bukanlah gadis biasa alasannya ia merupakan seorang putri dari kerajaan yang ada di Palembang. Karena itu ketika berniat untuk melamar pujaan hatinya, orang bau tanah Siti Fatimah membeikan beberapa syarat yang tidak mengecewakan berat. Salah satu syarat itu diantaranya ialah keluarga Tan harus menunjukkan sembilan guci emas sebagai salah satu seserahan.

Mendengar syarat ini Tan lalu kembali ke China untuk meminta izin pada orang tuanya agar sanggup meminang Siti Fatimah. Orang bau tanah Tan lalu menyanggupi syarat yang ada dan memberi Tan 9 guci berisi emas. Oleh orang bau tanah Tan, emas dalam Guci ini lalu disamarkan dengan menarus sawi diatasnya untuk menghindari ancaman bajak maritim selama perjalanan dari China ke Palembang. Namun sayanganya Tan tampaknya tak mengetahui hal ini, alasannya setibanya ia di Palembang Tan terkejut ketika hendak menunjukkan isi Guci tersebut pada Siti Fatimah, isinya justru hanya sawi yang telah membusuk.

Tan yang ketika itu merasa sangat kecewa, lalu membuang semua Guci tadi ke Sungai Musi. Akan tetapi ketika guci terakhir ia lempar, guci tersebut terhempas ke dinding kapal hingga pecah. Saat itulah emas-emas yang tersembunyi dalam guci itu terlihat. Tan yang panik lalu buru-buru melompat ke sungai untuk mengambil guci-guci yang tadi sudah ia lempar. Namun sesudah menyelam Tan tak kunjung kembali kepermukaan air, hingga beberapa ABK kapal memutuskan untuk terjun ke sungai dan mencarinya. Sayangnya badan Tan tak pernah ditemukan lagi, melihat hal ini Siti Fatimah yang panik lalu juga menciba untuk terjun ke sungai dan mencari Tan. Siti lalu balasannya benar-benar terjun ke sungai sesudah sebelumnya berpesan "Jika kelak ada tanah yang tumbuh di Sungai Musi ini, maka di situlah kuburan kami." Hal ini lalu terbukti alasannya tak berselang usang muncul sebuah daratan di Sungai Musi yang kini dikenal sebagai Pulau Kemaro. Sebuah pulau kecil yang sering dianggap sebagai monumen dari kisah cinta tragis antara Tan Bun An dan Siti Fatimah.


Raden Baron Kusuma dan Dewi Anjarwati




Raden Baron Kusuma merupakan seorang ksatria yang berasal dari Gunung Anjasmara, suatu hari dalam perjalananya ia bertemu dengan serang perempuan anggun berjulukan Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi. Singkat dongeng keduanya lalu saling jatuh hati dan balasannya menikah. Setelah menikah Raden Baron Kusuma lalu meminta izin pada orang bau tanah Dewi Anjarwati untuk membawa istrinya tersebut ke Gunung Anjasmara guna diperkenalkan dengan orang tuanya. Namun kedua orang bau tanah Dewi Anjarwati melarang keduanya untuk bepergian alasannya usia ijab kabul mereka yang belum genap selapan dino (36 hari). Dalam kepercayaan orang Jawa pasangan pengantin yang gres menikah dan belum melewati 36 hari bersama, maka pantang bagi mereka untuk bepergian jauh alasannya takut akan tertimpa musibah.

Sayangnya meski sudah dijelaskan alasan orang bau tanah Dewi Anjarwati melarang perjalanan ini, Raden Baron Kusuma tetap bersikukuh untuk pergi dan memperkenalkan Dewi Anjarwati pada orang tuanya. Melihat Raden Baron Kusuma yang begitu kuat, Orang bau tanah Dewi Anjarwati balasannya mengalah dan mengijinkan keduanya untuk pergi. Pasangan penganti gres inipun balasannya berangkat dengan ditemani 4 orang pembantu yang menemani mereka.

Di tengah perjalanan Dewi Anjarwati yang merasa kelelahan dan haus balasannya meminta suaminya untuk mencarikan air minum, sembari mereka beristirahat. Raden Baron Kusuma lalu pergi dan menemukan sebuah sungai kecil dengan air yang amat jernih, alasannya ingin tau ia lalu menelusuri sumber mata air sungai itu, tak usang lalu ia balasannya menemukan darimana air itu bersumber yang ternyata merupakan sebuah air terjuh atau dalam bahasa Jawa disebut "Coban."

Setelah itu Raden Baron Kusuma lalu kembali ke tempat Istrinya beristirahat sambil membawa air. Tapi begitu ia sampai, Raden Baron Kusuma justru melihat Istrinya sedang coba diganggu oleh seorang pria. Untungnya laki-laki berjulukan Joko Lelono tersebut berhasil dihalang-halangi oleh para pembantu yang menjaga Dewi Anjarwati. Dengan di bakar amarah Raden Baron Kusuma lalu menanyakan maksud dari Joko Lelono menarik hati Istrinya. Bukanya meminta maaf Joko Lelolo justru dengan arogan berkata bahwa ia tertarik dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan ingin merebutnya dari tangan Raden Baron Asmoro. Mendengar ucapan Joko Lelono ini, Raden Baron Asmoro eksklusif naik pitam dan menantang Joko Lelono untuk berduel. Selama berduel ini Raden Baron Kusuma meminta agar istrinya bersembunyi di Air terjun yang gres saja ia temukan. Dewi Anjarwati pun lalu menunggu dengan sabar dalam gerojokan tersebut, namun sesudah sekian usang menunggu suaminya tak kunjung muncul juga. Sampai balasannya ia memutuskan untuk keluar dan mencari suaminya, tapi setibanya ia di tempat duel itu ternyata Raden Baron Kusuma sudah terbunuh. Mendapati suaminya telah meninggal Dewi Anjarwati lalu diselimuti kesedihan yang amat mendalam, ia juga lalu teringat dengan larangan orang tuanya yang tak ia indahkan. Semenjak janjkematian suaminya ini Dewi Anjarwati tak pernah menikah lagi dan memutuskan untuk menjadi Rondo (Janda) seumur hidupnya. Karena itu Air Terjun yang pernah ia gunakan sebagai tempat bersembunyi, kini di kenal dengan sebutan Air TerJun Coban Rondo. Air Terjun ini hingga kini masih ada dan terletak di tempat Batu, Malang, Jawa Timur.


Bandung Bondowoso dan Roro Jongrang




Sedikit berbeda dengan kisah cinta lain dalam daftar ini yang merupakan kisah cinta antar dua sejoli yang saling mencintai. Legenda cinta antara Bandung Bondowoso dan Roro jongrang merupakan kisah cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir dengan tragis. Kisah ini juga merupakan legenda terbentuknya Candi Prambanan yang masih kokoh berdiri hingga ketika ini.

Menurut kisah yang ada Roro Jongrang konon merupakan seorang putri dari Raja Boko yang terkenal amat anggun dan juga anggun. Kecantikan Roro Jongrang ini bahkan terkenal hingga seantero tanah Jawa dan membuat banyak laki-laki jatuh hati padanya. Salah satu laki-laki itu ialah Bandung Bondowoso seorang ksatria sakti asal Pengging. Dengan niat untuk mendapatkan pujaan hatinya, Bandung Bondowoso lalu tiba ke Kerajaan Boko untuk meminta izin pada Raja Boko, guna sanggup menikahi pujaan hatinya. Raja Boko yang sudah mendengar perihal kesaktian Bandung Bondowoso tak kuasa menolak undangan ini alasannya takut akan menyinggung perasaan Bandung Bondowoso yang sanggup berakibat fatal untuk kerajaanya. Raja Boko lalu mengiayakan undangan ini namun dengan sebuah syarat yaitu Bandung Bondowoso harus mengutarakan maksudnya tersebut setrik eksklusif pada Roro Jongrang.

Roro Jongrang yang tak menyukai Bandung Bondowoso, tapi tahu dengan kondisi suli yang dihadapi orang tuanya lalu mulai mengatur rencana agara sanggup menolak lamaran Bandung Bomdowoso setrik halus. Roro Jongrang lalu menerima inspirasi untuk menunjukkan syarat mahaberat bagi Bandung Bondowoso untuk menikahinya. Syarat tersebut ialah dengan meminta dibuatkan 1000 candi dalam sehari, sebagai bukti cinta Bandung Bondowoso padanya. Tak disangka syarat ini disanggupi oleh Bandung Bondowoso dengan nada percaya diri.

Bandung Bondowoso lalu bersemedi untuk memanggil bala tunjangan dari pasukan mistik yang ia miliki. Dengan tunjangan pasukan mistik ini pembangunan 1000 candi itu berlangsung dengan sangat lancar dan akan selesai sebelum tengggat waktu yang dijanjikan. Melihat hal ini Roro Jongrang yang panik lalu mengumpulkan seluruh abdi dalem Istana dan meminta mereka untuk mengumpulkan seluruh jerami dan ayam yang ada di istana. Jerami itu lalu di kumpulkan menjadi tumpukan besar sebelum balasannya di bakar. Api dari hasil pembakaran jerami ini terlihat ibarat matahari pagi yang membuat ayam-ayam mulai berkokok. Melihat matahari telah muncul dan mendengar kokokan ayam, para prajurit mistik yang membantu Bandung Bondowoso pun kocar-kacir meninggalkan wilayah tersebut alasannya takut dengan sinar matahari. Karena para prajurit gaibnya pergi, pembangunan candi 1000 canti yang tinggal menyisakan satu saja tersebut balasannya gagal.

Namun Bandung Bondowoso bukanlah orang ndeso dan menyadari ada yang tak beres. Dia lalu menyidik ke arah datangnya cahaya tersebut dan menemukan kalau itu hanyalah pura-pura Roro Jongrang saja untuk mengagalkan pembangunan 1000 candi yang ia minta. Mendapati kecurangan ini Bandung Bondowoso yang sangat murka lalu mengituk Roro Jongrang menjadi kerikil dan menempatkanya dalam salah satu candi yang gres dibangun. Partung Batu atau biasa juga disebut Arca inilah yang kini dipercaya masih ada di kompleks candi prambanan sekaligus menjadi, monumen dari kisah cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir dengan tragis.


Mak Lampir dan Datuk Panglima Kumbang




Sosok Mak Lampir mungkin lebih dikenal banyak orang sebagai, seorang nenek menakutkan yang sakti mandraguna dan kejam. Tapi berdasarkan legenda yang ada, sosok Mak Lampir yang kita kenal ketika ini dulunya merupakan seorang putri anggun dari kerajaan kuno Champa (Chiem Thanh). Kerajaan ini konon dulunya merupakan sebuah kerajaan asal Vietnam yang wilayah kekuasaanya hingga meliputi daratan Sumatra. Menurut kisah yang ada, Mak Lampir yang konon dulunya merupakan putri anggun ini, jatuh hati pada seorang panglima pasukan harimau berjulukan Datuk Panglima Kumbang. Namun sayangnya kedua orang bau tanah Mak Lampir tak menyetujui cinta keduanya, hingga Mak Lampir balasannya memutuskan untuk kabur dari kerajaan Champa.

Dalam pelarianya ini Mak Lampir lalu bersembunyi dalam sebuah gua yang terletak di Gunung Marapi untuk menghindari pasukan kerajaan yang mencarinya. Di gua inilah ia lalu bertemu raja dari makhluk mistik yang lalu mengajarinya banyak sekali ilmu mistih hingga balasannya Mak Lampir jadi sakti mandraguna. Setelah merasa sakti, Mak Lampir lalu berani keluar dari gua untuk mencari kekasih hatinya Datuk Panglima Kumbang.

Sayangnya ketika balasannya sanggup menemukan Datuk Panglima Kumbang, laki-laki yang ia cintai itu justru telah mati jawaban kalah dalam sebuah pertempuran hebat. Mendapati kenyataan ini, Mak Lampir yang frustasi lalu dengan semua kekuatanya berusaha untuk menghidupkan kembali Datuk Panglima Kumbang. Usaha Mak Lampir ini lalu berhasil, namun dengan konsekuesni yang sangat besar. Sebagai timbal balik untuk menghidupkan Datuk Panglima Kumbang kembali, Mak Lampir harus menangguk kutukan untuk hidup awet sebagai pemuja setan yang mempunyai wajah jelek rupa.

Mak Lampir mendapatkan konsekuensi berat ini, alasannya menerka Datuk Panglima Kumbang akan tetap menyadari cintanya meski ia kini mempunyai wajah yang jelek rupa. Tapi sayangnya anggapan ini salah, alasannya Datuk Panglima Kumbang justru merasa murka dan takut dengan kekuatan Mak Lampir yang sanggup menghidupkan kembali orang yang telah mati. Datuk Panglima Kumbang lalu bahkan menganggap Mak Lampir sebagai makhluk mengerikan yang berbahaya bagi manusia.

Sejak ketika itu Datuk Panglima Kumbang bahkan terus memburu Mak Lampir dan berniat untuk menghabisinya. Kedua orang yang dulunya saling mengasihi ini konon bahkan masih berperang hingga ketika ini dengan melibatkan pasukan makhluk halus yang mereka kuasai.


Referensi:

http:/cewekbanget.grid.id/News-And-Entertainment/Enggak-Cuma-Romeo-Juliet-Indonesia-Juga-Punya-Kisah-Cinta-Legendaris-Yang-Berakhir-Tragis

http://.boombastis.com/kisah-mak-lampir/86575



Sampai disini Artikel tentang Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis

Semogga postingan Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis bisa bermanfaat bagi kalian semua, dilain waktu kita akan membahas selain topik tentang Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis yang lebih menarik lagi, dari saya ucapkan banyak terima kasih karena kalian telah membaca sampai habis postingan ini.

0 Response to "Kisah Legenda Cinta Asal Nusantara Yang Berakhir Tragis"

Posting Komentar