Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rajah Tidak Sembarang Menulis


Segala macam rajah yang ditulis untuk dijadikan azimat niscaya ada syarat / lelakunya. Lelaku itu sanggup bermacam-macam, contohnya dengan berpuasa, berdzikir (membaca doa-doa tertentu: aji-mantra), riyadhoh, rajin sembahyang, semedhi (meditasi), dan lain sebagainya yang pada dasarnya yaitu mengekang hawa nafsu – mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahkan terdapat pula syarat lelaku yang ekstrem ibarat menggunakan tumbal, darah, dan ritual penyembahan syetan. Yang terakhir itu tadi biasanya dilakukan oleh para penganut pemikiran sesat.

Dari ritual lelaku pengekangan diri tersebut akan memancarkan energi ruhani. Daya pancarnya hingga kepada goresan pena yang akan dibuat. Sedangkan Rajah/azimat yang tidak ditirakati (tidak didasari oleh lelaku) terang tidak ada perbawa atau kekuatannya sama sekali.

Dalam pembuatan azimat (penulisan Rajah) juga mempunyai kaidah-kaidah tertentu. Kaprikornus tidak sembarang menulis. Dibuat pada waktu yang baik, arah pandangan yang baik dan dilakukan dalam suasana yang khusyuk. Bahkan goresan pena harus benar, contohnya dalam Rajah Hijaiyah maka abjad yang berlubang harus ditulis berlubang, tumpuan hurufnyamim, wawu, aiin dll.

Dalam sebagian banyak Rajah terdapat juga syarat-syarat khusus contohnya menggunakan tinta yang beda warna, menggunakan adonan minyak, adonan darah, diuapi dengan kayu gaharu / kemeyan atau yang lainnya.

Semua tata cara penulisan Rajah tersebut tidak sama antara rajah satu dengan yang lainnya. Maka jikalau akan menciptakan Rajah pahami benar syarat-syaratnya, sehingga nantinya Rajah itu akan sanggup memancarkan energi mistis.


Posting Komentar untuk "Rajah Tidak Sembarang Menulis"