Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu

Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu - Sebuah amalan dan baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari DIGDOYO, blog ini memang khusus membuat berbagai macam artikel tentang ilmu Ajian, olah kanuragan yang bisa kalian pelajari langsung Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu, kami telah mempersiapkan informasi yang kalian butuhkan untuk menguasainya. Silahkan ambil informasi yang kalian butuhkan tentang: Artikel cerita dongeng, yang kami buat dan pelajari dengan penuh keikhlasan.

Judul:Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu
link:Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu
Artikel Menarik:

Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu

Membaca Fakta Heroin ialah obat batuk mungkin terasa asing ditelinga sahabat anehdidunia.com alasannya tampaknya janggal bila obat batuk mengandung heroin dan dijual bebas. Tidak menyerupai yg kita ketahui hari ini, bahwa heroin ialah barang terlarang yg sangat tidak diperbolehkan di negara manapun. Silahkan sahabat anehdidunia.com membaca Heroin Adalah obat Batuk Jaman Dulu di bawah ini yg mungkin terbalik 180 derajat dengan heroin di dunia hari ini.


Bayer pertama kali menyebarkan Heroin pada tahun 1898 sebagai obat batuk sirup, Pengembangan dan inovasi ini tak luput dari andil dan kiprah besar seorang ilmuan yg berjulukan Heinrich Dreser (1860 - 1924) lahir di Darmstadt, Jerman, pada tahun 1860.Sepanjang kariernya di Bayer antara tahun 1897-1914 Dreser bertugas sebagai seorang peneliti dimana ia bertanggung jawab menguji keamanan dan kemanjuran produk obat baru. Pada masa tersebut Dreser memikul jabatan sebagai seorang Kepala Laboratorium. yg mana jabatan tersebut memperlihatkan wewenang dalam memutuskan apakah suatu obat layak dipasarkan atau tidak, bersama jabatan tersebut pulalah membawa Dreser pada inovasi Heroin yg sangat spektakuler sekaligus contrkelewat / oversial.

Heroin ialah hasil sintesis diasetilmorfin yg merupakan derivat senyawa morfin. Senyawa diasetilmorfin berbentuk kristal berwarna putih, tak berbau, dan berasa pahit ialah senyawa yg kemudian diketahui cukup berbahaya. Para jago sains kemudian berlomba-lomba melaksanakan penelitian untuk mendapat obat. Penemuan diasetilmofin oleh ilmuwan Inggris, C. R. Wright, tahun 1874 memberi pandangan gres pada Dreser untuk membuat obat gres yg tidak mengakibatkan ketagihan tetapi tetap memiliki khasiat sama, yakni sebagai obat penenang (sedatif) dan penghilang rasa sakit. Setidaknya begitulah anggapan Dreser pada Saat itu. yg pada kenyataannya pada Saat ini anggapan tersebut Keliru.

Bayer ialah perusahaan yg pertama kali mensintesis diasetilmorfin menjadi heroin. Pada awal 1898, heroin buatan Dreser itu kemudian diujicobakan pada sejumlah katak dan kelinci di laboratorium. Dreser bahkan mengujicobakannya pada sejumlah pekerja di Bayer. Anehnya, para pekerja justru tak berkeberatan dan merasa bahagia dengan dilakukannya percobaan itu. Mereka menganggap bahwa obat gres temuan Dreser selalu membuat mereka merasa “heroik”.

Heinrich Dreser, masih merasa belum puas dengan produk gres ciptaannya tersebut. Ia kemudian tertarik untuk mencoba pada dirinya sendiri. Sejumlah hasil mengejutkan ternyata bisa dirasakannya sampai sanggup menyimpulkan bahwa produk itu sangat efektif untuk mengobati sejumlah penyakit yg bekerjasama dengan pernapasan menyerupai bronkhitis, asma, dan tuberkulosis (TBC).

Pada November 1898, Dreser mempresentasikan obat temuannya pada Kongres Naturalis dan Dokter Jerman. Ia mengklaim bahwa heroin 10 kali lipat lebih efektif dari obat batuk biasa, namun hanya mengandung sedikit materi toksik. Obat batuk sirup gres itu juga diklaim Dreser sebagai obat yg lebih efektif dibandingkan morfin sebagai penahan sakit. Dreser menegaskan, obat tersebut sangat kondusif dikonsumsi walau agak kontrkelewat / oversi pada masa itu.


Nama “heroin” sebagai obat batuk sirup pun kemudian diluncurkan setrik resmi oleh Bayer dan mulai dipasarkan untuk khalayak ramai pada tahun 1898. Nama heroin diambil dari bahasa Jerman heroisch yg berMakna heroik. Brand heroin yg didengung-dengungkan waktu itu yakni: “Heroin-sang penawar batuk”.

Saking gencarnya Bayer melaksanakan pemasaran heroin ini, mereka kemudian memperlihatkan pola produk ini kepada para dokter. Akibatnya, tak sedikit dokter yg meResepnyakannya untuk para pasien mereka. Heroin pun kemudian berkembang setrik luas di lingkungan medis tanpa menyadari gimana imbas ketergantungan yg dihasilkan produk ini. Melihat fenomena pemasaran yg terus meningkat, Bayer pun terus meningkatkan produksinya dan menjual ke 12 negara lainnya di luar Jerman.

Lama-kelamaan, keanehan mulai tampak. Para dokter mulai mencatat banyak sekali undangan pasien bakal obat batuk sirup ini meskipun para pasien itu tak memiliki keluhan pada susukan pernapasannya. Sejumlah ilmuwan, dokter, dan para pakar kimia kemudian mendeteksi adanya kandungan obat keras di dalamnya. Mereka menyimpulkan bahwa diasetilmofin yg dikandung heroin mungkin tak seadiktif morfin, namun justru lebih hebat dari itu. Daya ketergantungan heroin dua sampai empat kali lebih berpengaruh dibandingkan morfin! Saat memasuki metabolisme tubuh, zat aktif heroin eksklusif memasuki pedoman darah dan merasuk masuk ke otak sampai mengakibatkan sebuah euforia.

Berkaca dari aneka macam temuan ilmuwan itu, Bayer kemudian menghentikan produksi dan pemasaran obat batuk sirup heroin pada 1913. Lebih dari itu, Bayer eksklusif menghapus nama heroin pada daftar obat yg berhasil mereka temukan sekaligus menjadi catatan sejarah kelam bagi perusahaan populer itu. Peredaran heroin pun kemudian dihentikan setrik luas pada tahun 1924.


referensi:http://en.wikipedia.org/wiki/Heroin/http://sourceflame.blogspot.com/http://disinfo.com/2010/03/the-bayer-company-made-heroin/


Sampai disini Artikel tentang Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu

Semogga postingan Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu bisa bermanfaat bagi kalian semua, dilain waktu kita akan membahas selain topik tentang Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu yang lebih menarik lagi, dari saya ucapkan banyak terima kasih karena kalian telah membaca sampai habis postingan ini.

0 Response to "Heroin Yaitu Obat Batuk Jaman Dulu"

Posting Komentar