Kasus Video Game Pemicu Kematian

Kasus Video Game Pemicu Kematian - Sebuah amalan dan baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari DIGDOYO, blog ini memang khusus membuat berbagai macam artikel tentang ilmu Ajian, olah kanuragan yang bisa kalian pelajari langsung Kasus Video Game Pemicu Kematian, kami telah mempersiapkan informasi yang kalian butuhkan untuk menguasainya. Silahkan ambil informasi yang kalian butuhkan tentang: Artikel cerita dongeng, yang kami buat dan pelajari dengan penuh keikhlasan.

Judul:Kasus Video Game Pemicu Kematian
link:Kasus Video Game Pemicu Kematian
Artikel Menarik:

Kasus Video Game Pemicu Kematian

Bermain Video Game memang sangat menyenangkan dan bisa menjadi sarana untuk membunuh kebosanan. Baik belum dewasa maupun orang yang sudah cukup umur menggemari permainan virtual ini. Hal ini cukup masuk budi mengingat video game mengatakan sebuah pengalaman gres dan seru yang kadang tak bisa kita lakukan di dunia nyata, tanpa perlu menanggung resiko yang terlalu tinggi. Namun benarkah begitu? belakangan ini kita mungkin sudah banyak mendengar kabar ihwal orang-orang yang harus menghembuskan nafas terakhirnya akhir bermain video game online terlalu lama. Keseruan yang ditawarkan oleh konsol permainan ini kadang membuat orang yang memainkanya menjadi terlalu terlarut di dalamnya. Hal inilah yang kadang bisa memicu hal yang mengerikan alasannya yaitu orang yang sudah terlarut dalam game tak lagi bisa membedakan antara yang realita dan mana yang hanya sekedar bab dari permainan video game. Sayangnya hal ini kadang tak hanya berdampak jelek bagi yang orang yang memainkan video game tapi juga orang di sekitarnya yang kadang juga bisa menjadikan kematian, dan berikut ini yaitu Video Game Pemicu Kematian versi anehdidunia.com


World of Warcraft



World of Warcraft merupakan sebuah game online berbasis MMORPG, yang merupakan kependekan dari "Massively Multiplayer Role-Playing Online." Game ini biasanya dimainkan setrik berkelompok maupun perseorangan dan bisa menanpung hingga jutaan pemain sekaligus. Karena itu permainan ini sangat di gandrungi oleh banyak orang hingga di buatkan sebuah Film baru-baru ini.
Sangking asiknya game ini katanya bisa membuat orang memainkanya hingga berjam-jam. Keliru satunya yaitu seorang Ibu yang berjulukan Rebecca Colleen Christie. Sangking sukanya dengan game ini perempuan yang telah menjadi Ibu ini hingga dengan tak sengaja telah membunuh buah hatinya sendiri. Sangking asiknya berfantasi dalam dunia MMORPG ini, Colleen hingga lupa memasak dan memberi makan putrinya yang masih berusia 3 tahun. Wanita ini bermain World of Warcraft hingga 15 jam lebih tanpa jeda, dan ketika balasannya beliau berhenti dan menilik sang putrinya, anak malang itu sudah dalam keadaan lemas hingga dinyatakan meninggal akhir kelaparan.


EverQuest



Masih dari game yang berbasis MMORPG, sangking kejaduanya dengan game berjulukan EverQuest seorang laki-laki berjulukan Shaw Woolley bahkan rela keluar dari daerah kerjanya pada tahun 2002 yang lalu. Shaw melaksanakan tindakan nekat itu Agar dirinya bisa memainkan permainan ini sepanjang hari. Namun sebuah insiden tak terduga terjadi usai perayaan thanksgiving, Kekasih dari Shawn yang tak disebutkan namanya , menemukan Shawn sudah dalam keadaan sudah tak bernyawa akhir bunuh diri Menggunakan senjata api jenis Shotgun. Peristiwa berdarah itu terjadi ketika Shawn masih terhubung dengan game online Everquest. Pihak berwajib setempat menduga jikalau Shawn melaksanakan bunuh diri alasannya yaitu mengalami problem eksklusif dalam dunia game yang berbasis Massively Multiplayer Role-Playing Online, tersebut.


Legend of Mir 3



Game seharusnya menjadi sarana bermain antar sahabat dan hanya di jadikan sebagai sebuah selingan saja. Namun hal itu tampaknya tak berlaku bagi Zhu Caoyuan yang tega menikam dengan sadis Qiu Chengwei, sahabat satu grupnya dalam game berbasis MMORPG, Legend of Mir 3 hingga tewas bersimbah darah. Peristiwa berdarah ini bermula ketika keduanya menemukan sebuah item langka dalam game tersebut berupa pedang Dragon Sabre. Pertikaian keduanya muncul Setelah insiden tersebut alasannya yaitu Zhu menjual item game tersebut lewat situs eBay pada tahun 2005 tanpa persetujuan Qiu. Pedang Dragon Sabre yang merupakan item langkan dalam game ini terjual dengan harga $870. Tetapi problem kemudian muncul ketika keduanya belum mencapai kata sepakat terkait pembagian uang hasil penjualan barang tersebut. Akibat pertikaian ini pada balasannya Zhu menikan Qiu hingga tewas ketika temanya itu tengah tertidur.


FarmVille



Kasus Video Game Pemicu Kematian kali ini bisa dibilang agak sulit untuk diterima dengan nalar. Hanya alasannya yaitu terganggu dengan bunyi tangisan dari putranya, ketika memainkan sebuah game simulasi peternakan yang cukup terkenal yaitu FarmVille. Seorang perempuan muda berjulukan Alexandra Tobias 22 tahun tega mengabisi nyawa putranya dengan menghantamkan kepala dari bocah malang tersebut ke layar komputer. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada tahun 2011 yang silam. Kala Itu Alexandra mengaku kesabaranya habis akhir tangisan dari putranya yang tak kunjung mereda. Akibat perbuatan kejinya ini sekarang Ibu muda ini harus mendekam di penjara selama 50 tahun. Yang tak habis pikir yaitu game simulasi FarmVille ini konon katanya bisa melatih kesabaran seseorang dengan simulasi latihan mengelola sebuah peternakan yang berisikan banyak hewan, tapi apa yang terjadi pada kasus Alexandra Tobias ini tampaknya bertolak belakang dengan semua itu.


Berzerk



Untuk Kasus Video Game Pemicu Kematian kali ini agak sedikit berbeda dengan yang lainya. Kali ini Video game tersebut tak berbasis online, melainkan permainan yang berbasis arcade atau ketangkasan yang berjulukan Berzerk. Peter Bukowski seorang cowok yang masih berusia 18 tahun menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan April 1982 ketika asik mencetak angka pada game yang berbasis FPS (First Person Shooter) atau lebih gampangnya ini yaitu game tembak-tembakan. Pemuda tewas akhir terkena serangan jantung yang mendadak, besar lengan berkuasa dugaan insiden ini terjadi akhir Peter yang kala itu tengah memainkan Bezerk diselimuti rasa gelisah yang berlebihan ketika sedang mencetak skor yang tinggi.


Ingress



Kasus berikutnya tiba dari sebuah game yang berbasis aplikasi mobile yaitu Ingress. Aplikasi ini Mengubah dunia faktual menjadi layaknya sebuah dunia yang ada dalam game, pemain yang memainkan Ingress harus bergerak kesana kemari mengelilingi kota dengan mengikuti petunjuk dari game ini untuk menemukan item tertentu dan menuntaskan misi. Jika ditilik game ini sebetulnya mengusung ide yang cukup bagus. Namun ada satu al yang tampaknya dilupakan oleh pembuat aplikasi ini yaitu bahwa insiden di dunia faktual tak bisa di ulang layaknya dalam permainan game. Dan benar saja permainan ini telah memakan korban jiwa. Gabriel Cavalcante Carneiro Leao seorang remaja berusia 16 tahun asal Brazil tewas akhir tertabrak oleh bus pada tahun 2014 yang kemudian ketika sedang asik menjalankan misi dalam game Ingress ini. Sangking asiknya remaja tanggung hingga tak memperhatikan lingkungan sekitarnya dan balasannya tertabrak oleh bus. Kejadian nyaris serupa juga terjadi pada seorang laki-laki berusia 48 tahun berjulukan Frank Maxwel yang tewas karam kedalam sebua dermaga di Irlandia ketika memainkan Aplikasi ponsel bakir ini.


Slender: The Arrival



Slender merupakan sebuah permainan Video Game yang awalnya mulanya berbasis pada konsol game menyerupai PS (Playsation) atau pun Xbox, hingga mulai merambah ke game online belakangan ini akhir kepopuleranya. Game ini sebetulnya sangat sederhana tetapi memiliki nuansa menakutkan yang sangat kental. Hal inilah yang mungkin telah mengilhami dua orang anak perempuan berusia 12 tahun asal Cincinnati, Ohio, hingga tega menghujani sahabat sekelas mereka dengan 19 bacokan pisau yang mematikan. Menurut legalisasi keduanya yang di kutip dari pihak berwajib setempat, mereka sengaja bertindak demikian untuk mengusir penjahat mitos yang konon kabarnya terinspirasi oleh game Slender: The Arrival.


Grand Theft Auto



Rasanya untuk video game yang satu ini sudah banyak di kenal di Indonesia. Grand Theft Auto merupakan sebuah game yang intinya yaitu permainan simulasi mengendara, namun game ini diseting sedemikian rupa untuk terlihat menyerupai memiliki alur layaknya jalan dongeng dari kehidupan geng-geng yang yang ada di Amerika. Dalam permainan ini kita di haruskan untuk mencuri kendaraan beroda empat dan melaksanakan hal-hal yang jelek lainya. Hal ini lah yang tampaknya telah menginspirasi seorang remaja bernama, Devin Moore untuk nekat bertidak kriminal dan mencuri sebuah mobil. Pada insiden yang terjadi pada Juni 2003 yang kemudian tersebut selain mencuri kendaraan beroda empat remaja yang sangat meyukai permainan Grand Theft Auto ini juga merampas senjata dan menembak dua orang petugas kepolisian. Ia bahkan sempat membawa kabur kendaraan beroda empat patroli polisi sebelum balasannya tertangkap. Saat di periksa, Devin berujar bahwa hidup bagaikan video game dan seseorang mungkin saja tewas kapan saja.


Prius Online



Seorang anak merupakan anugrah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa gimanapun keadaanya. Tapi hal tersebut tampaknya tak berlaku bagi pasangan suami-istri asal Korea Selatan. Hanya alasannya yaitu kurang bahagia dengan kelahiran bayi mereka setrik prematur dan mendambakan bayi yang sempurna. Pasangan yang kehilangan bakal ini lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain game simulasi Prius Online selama 12 jam setiap harinya. Sangking fokusnya untuk merawat bayi virtual mereka dalam permainan ini, mereka hingga lupa untuk mengurus bayi mereka sendiri di dunia nyata. Pada balasannya bayi malang tersebut harus meninggal dunia akhir kekurangan gizi pada tahun 2010 yang lalu.


Halo 3



Kasus Video Game Pemicu Kematian yang terakhir ini bisa dibilang sangat miris, gimana tidak seorang anak tega menghabisi kedua orangtuanya hanya alasannya yaitu tidak boleh memainkan Halo 3 video game favoritnya. Kejadian miris tersebut terjadi pada tahun 2007 yang silam. Ketika ini Daniel Petric yang berusai 17 tahun merasa kesal alasannya yaitu orang tuanya melarang untuk bermain video game yang disukainya. Larangan dari orang tuanya ini membuat Petric gelap mata dan mendatangi kamar kedua orang tuanya sambil membawa senjata api. Saat berada di kamar Ia menyuruh kedua orang tuanya untuk menutup mata dengan alasan bakal mengatakan kejutan. Tapi ketika kedua orang tuanya sudah menutp mata, Petric malah menembaki keduanya dengan pistol 9mm. Sang Ayah berhasil selamat dari agresi brutal tersebut tapi malang bagi Ibu Petric alasannya yaitu beliau harus meninggal dunia akhir sebuah peluru yang di tembakan oleh putranya sendiri bersarang di kepalanya.

Referensi :
https://jalantikus.com/gokil/12-orang-ini-mati-karna-video-game/
https://en.wikipedia.org/wiki/Berzerk_(video_game)


Sampai disini Artikel tentang Kasus Video Game Pemicu Kematian

Semogga postingan Kasus Video Game Pemicu Kematian bisa bermanfaat bagi kalian semua, dilain waktu kita akan membahas selain topik tentang Kasus Video Game Pemicu Kematian yang lebih menarik lagi, dari saya ucapkan banyak terima kasih karena kalian telah membaca sampai habis postingan ini.

0 Response to "Kasus Video Game Pemicu Kematian"

Posting Komentar