Belajar Ilmu Ikhlas

Belajar Ilmu Ikhlas - Sebuah amalan dan baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari DIGDOYO, blog ini memang khusus membuat berbagai macam artikel tentang ilmu Ajian, olah kanuragan yang bisa kalian pelajari langsung Belajar Ilmu Ikhlas, kami telah mempersiapkan informasi yang kalian butuhkan untuk menguasainya. Silahkan ambil informasi yang kalian butuhkan tentang: Artikel Ajian, yang kami buat dan pelajari dengan penuh keikhlasan.

Judul:Belajar Ilmu Ikhlas
link:Belajar Ilmu Ikhlas
Artikel Menarik:

Belajar Ilmu Ikhlas

Nanti aku ambilkan buku dan pena untuk menulisnya Belajar ilmu ikhlas
"Mari ku ajarkan mu wacana ikhlas," kata seorang guru kepada muridnya.
"Nanti aku ambilkan buku dan pena untuk menulisnya."
"Tak payah, bawa sahaja karung guni."
"Karung guni?" soal anak muridnya, ibarat tidak percaya.
"Mari kita ke pasar!"
Dalam perjalanan ke pasar mereka berdua melalui jalan yang berbatu-batu.
"Kutip batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam guni yang kau bawa itu," kata guru itu memberi arahan.
Tanpa soal, anak muridnya memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan.
"Cukup?"
"Belum, isi hingga penuh karung guni itu. Lebih banyak lebih baik."
Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa pun. Gurunya hanya berlegar-legar, melihat-lihat dan kemudiannya mula beredar ke luar.
"Tok guru, kita tidak beli apa-apa kah?"
"Tidak. Bukankah karung guni mu telah penuh?"
"Ya, ya..." kata murid itu sambil memikul guni yang berat itu kelelahan.
"Banyak beli barang," tegur seorang kenalan apabila melihat anak murid itu memikul guni yang berisi penuh dengan batu-batu.
"Wah, tentu mereka berdua ini orang kaya. Banyak sungguh barang yang merekabeli," bisik orang lalu-lalang apabila melihat guru dan anak murid tersebut.
"Agaknya, mereka hendak buat kenduri dengan barang-barang yang banyak itu," kata orang yang lain.
Sampai sahaja di daerah tinggal mereka, murid tadi meletakkan guni yang berisi batu-batu tadi.
"Oh, letih sungguh... apa yang kita nak buat dengan batu-batu ni Tok?"
"Tak buat apa-apa."
"Eh, kalau begitu letih sahajalah saya," balas anak murid.
"Letih memang letih, tapi kau dah berguru wacana ikhlas..."
"Bagaimana?" tanya anak murid itu kehairanan.
"Kamu dah berguru apa alhasil tidak tulus dalam beramal."
"Dengan memikul batu-batu ini?"
"Ya. Batu-batu itu umpama amalan yang riyak. Tidak ikhlas. Orang memujinya ibarat orang-orang di pasar tadi memuji banyaknya barang yang kau beli. Tapi, kau sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan tetapi hanya batu-batu..."
"Amal yang tidak tulus umpama batu-batu ini?"
"Ya, hanya beratnya sahaja yang terpaksa ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah. Yang kamudapat, hanya penat..."
"Ya, kini aku sudah faham apa akhir bila bersedekah tetapi tidak ikhlas!" ujar murid itu. Sekarang ia sudah fahamapa alhasil RIYAK dalam beramal.
Pengajaran:
Ramai insan tertipu dalam bersedekah kerana mengharapkan kebanggaan orang. Padahal kata kebanggaan daripada orang-orangitu tidak akan memberi manfaat pun kepadanya pada hari akhirat. Malah, mengharap kebanggaan daripada insan hanyaakan menjadikan diri terseksa kerana terpaksa hidup dalam keadaan yang bermuka-muka. Rugi benar orang yang tidak ikhlas, terseksa di dunia, terseksa di akhirat.
Powered by Telkomsel BlackBerry®


Sampai disini Artikel tentang Belajar Ilmu Ikhlas

Semogga postingan Belajar Ilmu Ikhlas bisa bermanfaat bagi kalian semua, dilain waktu kita akan membahas selain topik tentang Belajar Ilmu Ikhlas yang lebih menarik lagi, dari saya ucapkan banyak terima kasih karena kalian telah membaca sampai habis postingan ini.

0 Response to "Belajar Ilmu Ikhlas"

Posting Komentar